Sekolah Islam Terpadu Insantama kembali
mengundang para siswa/siswi untuk bergabung di Sekolah Para Juara dan Sekolah
Calon Pemimpin untuk dihantarkan menjadi generasi Islam yang unggul dan
berkepribadian Islam yang Tangguh
Sekolah Para Juara **** Better Education For Better Life **
Selasa, 24 April 2012
Selasa, 17 April 2012
Kekuatan Tersembunyi Petir
Satu kilatan petir menghasilkan listrik lebih besar daripada yang dihasilkan Amerika.
Di malam hari, saat hujan deras, langit tiba-tiba menyala, tak lama kemudian disusul oleh suara menggelegar. Tahukah Anda bagaimanakah petir luar biasa yang menerangi langit muncul? Tahukah Anda seberapa banyak cahaya yang dipancarkannya? Atau seberapa besar panas yang dilepaskannya?
Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfer saat hujan badai. Petir dapat terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer – masih dalam satu awan, atau antara awan dan permukaan tanah, atau antara dua permukaan tanah – mencapai tingkat tinggi.
Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama muatan negatif (-) mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang. Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur kilat utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan. Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.
Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius. Suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat Celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi. Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.000 derajat Celcius. Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Sebagai pembanding, satu kilatan petir menyinari sekelilinginya secara lebih terang dibandingkan ketika satu lampu pijar dinyalakan di setiap rumah di Istanbul. Allah mengarahkan perhatian pada kilauan luar biasa dari petir ini dalam Qur'an,
"...Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS. An Nuur, 24:43)
Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik. Suara guruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir. Akibatnya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.
Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam itu muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan bahwa petir diciptakan dengan sengaja. Lebih jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari kekuatan ini, sekali lagi membuktikan bahwa petir diciptakan dengan kearifan khusus.
Allah secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam Al Qur'an. Arti surat Ar Ra’d, salah satu surat Al Qur'an, sesungguhnya adalah "Guruh". Dalam ayat-ayat tentang petir Allah berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada manusia sebagai sumber rasa takut dan harapan. Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir menyambar bertasbih memujiNya. Allah telah menciptakan sejumlah tanda-tanda bagi kita pada petir. Kita wajib berpikir dan bersyukur bahwa guruh, yang mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan yang menimbulkan perasaan takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya rasa takut kepada Allah semakin bertambah dan yang dikirim olehNya untuk tujuan tertentu sebagaimana yang Dia kehendaki.
|
(SUMBER : http://www.harunyahya.com/)
Rabu, 28 Maret 2012
Kamis, 22 Maret 2012
Insantama Market Day 2012 Kota Banjar
Hayoo anak-anak!! SDIT Insantama siap menyelenggarakan Market Day ke II ,dimana partisipasi antum senuanya diturunkan dalam usaha untuk menjadi para pedagang yang handal jujura dan amanah
Insantama market day diselenggarakan pada hari rabu tanggal 28 Maret 2012, selamat berwira usaha anak-anak semoga antum dapat menjadi juara Wira Usaha yang handal Amin
Insantama market day diselenggarakan pada hari rabu tanggal 28 Maret 2012, selamat berwira usaha anak-anak semoga antum dapat menjadi juara Wira Usaha yang handal Amin
Selasa, 20 Maret 2012
BERSABARLAH, AYAH BUNDA!
Dear parent rahimakumullah,
saat orang sedang ramai membincangkan pola pendidikan anak dengan hypnotherapy,
seorang ibu muda yang sedang kerepotan mengurus putrinya yang sedang melewati
usia balita, ditawari program ini untuk putrinya. Dengan lembut sang ibu
menjawab, “Aduh, jangan anak saya deh yang dihypnotherapi, lebih baik saya saja
yang diterapi, agar saya lebih sabar mendidik anak saya.” Amazing!
Jawaban ibu itu sungguh luar
biasa. Ya, dear parent rahimakumullah, pastinya anda berdua sering mengalami
hari yang demikian melelahkan menghadapi anak-anak. Entah itu yang masih balita
ataupun yang pra-baligh. Ada hari di mana kita seperti bertekuk lutut mengasuh
mereka. Berulangkali kita berikan nasihat seolah memantul sempurna. Seperti tak
membekas bagi mereka.
Banyak orang tua yang kemudian
berpikir untuk mengambil shortcut, jalan pintas. Memasukkan anak ke sekolah
dengan harapan perilaku sang buah hati akan berubah saat bertemu dengan guru
dan kawan-kawan mereka yang lain. Apalagi sekarang banyak sekolah yang
menawarkan pola full day school.
Ayah dan bunda cukup mengantar
mereka ke sekolah di pagi hari lalu menjemputnya di sore hari dalam keadaan
mereka sudah letih sehingga tidak akan berbuat ‘macam-macam’ yang merepotkan
ayahbunda di rumah. Apalagi kalau mereka ikut program antarjemput, maka anda
berdua tidak akan lagi direpotkan dengan urusan yang satu itu. Lebih jauh lagi,
sudah banyak sekolah Islam yang bahkan menyediakan program boarding bagi
anak-anak kita yang masih menginjak usia pra-baligh. Cukup ayahbunda menjenguk
mereka sebulan sekali atau menerima kehadiran mereka selama dua minggu atau
sebulan saat musim liburan. Praktis, bukan?
Ohoi, seandainya Allah tidak
mengamanahkan pendidikan dan pengasuhan anak kepada kita, orang tuanya, maka
itu pasti akan jadi pilihan terefesien yang boleh kita ambil. Cukuplah orang
tuanya, maaf, sebagai pabrik anak-anak, dan tidak perlu mengambil peran sebagai
orang tua.
Rekan-rekan sesama orang tua
yang disayangi Allah, apakah kita cukup memahami arti ‘ayah’ dan ‘bunda’ saat
kita berazzam ingin memiliki buah hati? Apakah saat ia bunda lahirkan, dan ayah
timang, Anda berdua cukup mengerti konsekuensi sebagai ayah dan bunda? Bercanda
dan tertawa bersama buah hati adalah momen yang menyenangkan.
Tapi siapkah kita menerima
kenyataan bahwa hari-hari kita sebagai orang tua juga harus diisi dengan
mengurut dada dan kerenyut di kening menghadapi tingkah polah buah hati yang belum
mengenal dosa?
Dear kawan-kawan yang
berbahagia, siapkan mental kita sebagai seorang ayah dan bunda. Bersiap
menghadapi kelucuan, keunikan dan keaktifan psikomotorik anak-anak kita. Jangan
terbuai dengan impian bahwa sang buah hati akan selalu menurut dan
menyenangkan. Jangan pula melihat rumput tetangga yang nampak lebih hijau, yang
anak-anak mereka penurut dan mudah diatur.
Anak kita adalah anak kita
dengan segala kekhasan mereka. Bahkan si buyung pun bisa berbeda dengan si
upik, padahal datang dari rahim yang sama, bundanya. Ayah dan bunda yang
dicintai Allah, yang sekarang dibutuhkan oleh Anda berdua adalah kerja keras,
kerja cerdas dan pastinya kerjasama Anda bersama pasangan mengantarkan
anak-anak Anda berdua ke jenjang mardhotillah. Dan, ditambah kesabaran
menghadapi derunya ujian dari Allah lewat anak-anak Anda berdua.
Jangan menyerah lalu mengambil
jalan pintas melepaskan pengasuhan anak-anak kita kepada orang lain. Ingatlah,
Allah tidak akan menguji kita dengan sesuatu di luar batas kemampuan kita
sebagai orang tua.
“Allah tidak membebani
seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari
kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang
dikerjakannya.”(QS. Al-Baqarah: 286)
Yakinkah kita dengan janji
Allah di atas? Seberat apapun ujian yang dihadapi ayah dan bunda dalam menemani
buah hati, tidak di luar batas kemampuan kita sebagai insan. Yang kerap terjadi
adalah kita mudah berputus asa lalu menyerah untuk menjadi orang tua, lalu
mengalihkan pendidikan anak-anak kita ke pihak lain; sekolah dan pesantren.
Padahal jerih payah kita,
ketelatenan kita dan kesabaran kita dalam menghadapi anak-anak yang
‘menyusahkan’ kita sebagai orang tua, akan berbuah manis di hadapan Allah
kelak. Sabda Nabi saw.:
مَنْ ابْتُلِيَ مِنْ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنْ النَّارِ
“Barangsiapa yang diuji dengan
memiliki anak-anak perempuan, lalu dia dapat mengasuh mereka dengan baik, maka
anak perempuannya itu akan menjadi penghalangnya baginya dari api neraka
kelak.” (HR. Al-Bukhari no. 1329 dan Muslim no. 2629).
مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ
“Barangsiapa yang mengasuh dua
orang anak perempuannya hingga dewasa, maka dia dan aku akan datang bersamaan
pada hari kiamat kelak.” Beliau jari-jemarinya.” (HR. Muslim no. 2631)
Jadi, ayah dan bunda,
bersabarlah!
Langganan:
Postingan (Atom)
